Aku selalu ingin berada di kota impian ku. Maksudku, pasti semua orang mau kan? Siapa sih yang mau duduk termenung terbelenggu kemacetan, gedung-gedung, mall, dan kendaraan bermotor? Aku selalu ingin tinggal di sebuah kota megapolitan yang ada banyak taman nya, pohon hijau, tanaman, pengamen-pengamen di jalan yang menghasilkan kualitas musik yang bagus atau kolam renang publik dan perpustakaan publik yang besar dan lengkap. Aku juga mengharapkan sebuah hutan besar di pinggiran kota itu sehingga kita bisa menghirup udara segar dari sana.
Aku juga membayangkan. Akan ada banyak festival dan pertunjukan setiap bulannya yang diadakan di alun-alun. Festival buku, festival tari-tarian, festival musik, pertunjukan teater... Akan sangat menyenangkan sekali kalau misalkan ada. Kita bisa berkenalan dengan orang-orang baru dan membentuk komunitas.
Tapi di antara semua bayang-bayang kota imajinasi ku ini, aku paling suka bagian letak rumahku. Rumahku akan terletak diatas apartemen dengan kolam renang yang banyak, tidak terlalu strategis, komunitas nya banyak, dekat MRT, dan juga terletak di pinggiran kota. Pinggiran kota yang berarti dekat hutan. Aku bisa setiap malam kabur dari apartemen dan pergi ke hutan hanya untuk menyegarkan diri dan membebaskan diri. Nanti aku akan pergi ke tengah hutan dan berenang di danau dangkal, menikmati dinginnya air.
Lalu, setelah itu aku akan pergi ke rumah kayu kecil di dekat danau hanya untuk meghangatkan diri dan membeli teh. Aku juga membayangkan aku bisa belajar sambil memesan teh. Gila aku bakal betah jika kota ku seperti ini. Aku bakal punya tempat pelarian diri dari kehidupan yang sepertinya mencoba membunuhku. Aku akan tahan saja jika seandainya sekolah dan society berusaha membunuhku. Aku... akan merasakan sensasi dan kebahagiaan sebenarnya. Walaupun acara kabur ke hutan ini harus ku lakukan sendiri. Tanpa ada orang atau teman yang setuju dengan ide ku ini.
Blog List
Selasa, 10 Mei 2016
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar